196 Siswa SMAN 1 Simpang Ulim Ikut Ujian Akhir Sekolah

Sesuai dengan hasil rapat Ujian Akhir Sekolah (UAS) SMAN 1 Simpang Ulim tanggal 9 Maret 2021 pelaksanaan UAS dimulai pada Senin, 29 Maret s.d 6 April 2021. Dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Aceh Nomor : 421//B/2815/2021  tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah, Kelulusan Peserta Didik dan Kenaikan Kelas di Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Aceh, Bagian A point 3 dinyatakan bahwa “Ujian Sekolah, Kelulusan Peserta Didik, dan Kenaikan Kelas yang merupakan bagian dari proses pembelajaran tetap diselenggarakan dengan memberikan penyesuaian berdasarkan kondisi kedaruratan akibat pandemi covid-19”.

Berdasarkan Surat Edaran diatas, Ujian Akhir Sekolah SMAN 1 Simpang Ulim Tahun Pelajaran 2020/2021 diselenggarakan secara daring berbabis komputer (Computer Bases Test) yang selanjutnya disebut Ujian Akhir Sekolah Berbasis Komputer (UASBK).

Sebagaimana disampaikan oleh waka kurikulum SMAN 1 Simpang Ulim Muhammad Razi, S.Pd., Gr. pada saat pengarahan ujian,  pelaksanaan UASBK di SMAN 1 Simpang Ulim memprioritaskan protokol Kesehatan. “Kita sudah menyampaikan kepada siswa-siswi sehari sebelum ujian yaitu pada saat pengarahan ujian untuk mengikuti protokol kesehatan, Bagi siswa-siswi yang masuk lingkungan sekolah pada saat ujian  diharuskan mengunakan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak”, tegasnya.

Razi menambahkan, peserta yang mengikuti ujian tahun ini sebanyak 196 siswa yang terdiri dari program MIPA dan IPS. “Tahun ini peserta yang mengikuti ujian akhir sekolah sebanyak 196 siswa, program IPA 125 siswa dan program IPS 71 siswa”, tambahnya.

Kepala SMAN 1 Simpang Ulim Henni Mahera Siregar, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan UASBK dilaksanakan sebagai salah satu standar penentu kelulusan siswa. “Menurut Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021, Standar kelulusan siswa sebenarnya bisa dilakukan dengan protofolio, penugasan, bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh sekolah salah satunya tes secara luring atau daring, SMAN 1 Simpang Ulim melakukan dengan test secara daring”, ujarnya.

Henni berharap UASBK diikuti dengan baik dan lulus dengan hasil memuaskan. “Kepada siswa-siswi yang mengikuti UASBK selalu menjaga kesehatan dan mengulang kembali materi pelajaran untuk menghadapi ujian akhir sekolah agar dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan”, harapnya.

Salah satu peserta ujian Putri Winata mengutarakan, bahwa mengikuti ujian akhir sekolah sangat penting dilaksanakan karena menurutnya ujian akhir sekolah penentuan kelulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Masa SMA menentukan kejenjang sekolah yang lebih tinggi, soal-soal yang diberikan saat ujian tergolong sulit namun itu semua berkaitan dengan materi yang diajarkan oleh guru mapel dikelas”, ungkap siswi yang memiliki cita-cita menjadi polwan tersebut.

Ia juga mengakui tidak keberatan dan merasa nyaman menggunakan masker mengikuti ujian. “Saya sendiri dan teman-teman juga merasa nyaman memakai masker saat ujian, saat belajar dikelas hari-hari biasa juga pakai masker jadi tidak risih lagi”, tuturnya.
Hal senada juga diucapkan oleh Rizky Maulana peserta ujian siswa kelas XII MIPA 4, setiap kali memasuki perkarangan sekolah sudah memakai masker. “Memakai masker saat ke sekolah dan ujian sudah tidak risih lagi, karena sudah menjadi bagian dari adaptasi kebiasaan baru”, ucapnya.