Gandeng Muspika, SMAN 1 Simpang Ulim Sosialiasi Vaksinasi kepada Orang Tua dan Siswa.

Kepala SMAN 1 Simpang Ulim membuka acara Sosialisasi Vaklsinasi

Sehubungan dengan surat edaran Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh nomor: 800/L/889/2021 tanggal 20 Agustus 2021 tentang intruksi untuk vaksinasi masal. SMAN 1 Simpang ulim bersinergi dengan Muspika Kecamatan untuk kembali sosialiasasikan vaksinasi kepada siswa dan orang tua siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 3 September 2021 bertempat di aula pertemuan SMAN 1 Simpang Ulim.

Acara tersebut dihadiri oleh Komite Sekolah, Bapak Muhammad Thahir, Pengawas Pembina sekolah, Bapak Fakhri, S.Pd, Kepala SMAN 1 Simpang Ulim, Henni Mahera Siregar, S.Pd., M.Pd,. Waka Humas SMAN 1 Simpang Ulim, Said Hanan, S.Pd., Camat Simpang Ulim yang diwakili oleh Ibu Sekcam Syarifah Rusayah, Wakapolsek Simpang Ulim Abdullah Usman, Kanit Intelkam Polsek Simpang ulim Aipda Yuslinur, Danramil Simpang Ulim, Bapak Serma Syarifuddin, Kepala UPTD Puskesmas Simpang Ulim dr. Dewi Suryati , Dewan Guru, Tenaga Kependidikan Perwakilan orang tua siswa dan siswa siswi SMAN 1 Simpang Ulim.

Mengingat masih dalam suasana pandemi kegiatan sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi sebagaimana disampaikan oleh Waka Humas SMAN 1 Simpang Ulim Said Hanan, S.Pd. “Untuk menghindari terjadinya kerumunan dan hal yang tidak diinginkan prokes tetap yang utama sehingga  kegiatan sosialisai vaksin ini kita bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dikuti oleh perwakilan orang tua siswa dan siswa kelas XII sedangkan sesi II dikuti oleh dewan guru SMAN 1 Simpang Ulim dan Tendik,” terangnya.

Waka Humas memandu sesi tanya jawab

Mengawali acara tersebut Kepala SMAN 1 Simpang Ulim Henni Mehera Siregar, S.Pd., M.Pd menyampaikan sambutan dan menjelaskan fokus terkait kegiatan tersebut. “Bapak/ibu yang kami hormati fokus kegiatan hari ini adalah memberikan informasi yang benar tentang instruksi vaksinasi kepada anak usia 12-17 tahun. Jadi sudah ada instruksi untuk anak-anak kami yang berada di usia tersebut untuk juga melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Henni melanjutkan bahwa sebelumnya pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh siswa siswi namun hasilnya kurang maksimal. “Pada hari sabtu yang lalu (read: 12-8-2021) kita sudah pernah mensosialisasikan terkait vaksinasi kepada siswa, tetapi respon dari orang tua siswa belum maksimal. Hari ini kami mengundang tim satgas covid-19 kecamatan simpang ulim untuk sharing informasi yang benar tentang vasksinasi. Mengingat belakang ini banyak sekali beredar berita hoaks terkait vaksin covid-19 yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Henni menambahkan pihak sekolah baik guru maupun tendik yang ada dilingkungan SMAN 1 Simpang Ulim juga telah melakukan vaksinasi. “Bapak/Ibu sebelum anak-anak kami diinstruksikan untuk vaksinasi, kami terlebih dahulu juga harus divaksin dosis pertama dan kedua. Alhamdulillah sampai hari ini saya belum mendapat keluhan yang sifatnya permanen baik dari dewan guru maupun tendik,” tambahnya.

Fakhri, S.Pd selaku pengawas pembina sekolah dalam arahannya menyampaikan pentingnya vaksinasi bagi siswa. “Saya yakin anak-anak bapak/ibu semua punya cita-cita. Setelah mereka tamat dari SMA ini mereka melanjutkan bekerja di perusahan atau perkantoran, masuk polisi atau tentara, ada yang melanjutkan kuliah dengan beasiswa. Kalau belum divaksin tidak bisa bekerja, tidak bisa kuliah bahkan untuk menikah pun sekarang harus ada sertfikat vaksin,” jelasnya.

Pengawas Sekolah memberikan arahan kepada peserta

Fakhri menegaskan bahwa vaksin bukan merupakan paksaan baik dari pihak sekolah maupun puskesmas. “Ini yang perlu diingat, kami tidak memaksa bapak/ibu, tapi sebagai ajakan untuk kemaslahatan dan kesehatan kita bersama, mari sama-sama kita berikan izin kepada anak-anak kita untuk vaksinasi,” pungkasnya.

Kepala UPTD Puskemas Simpang Ulim dr. Dewi Suryati menjelaskan bahwa tujuan sosialiasi vaksinasi ini adalah untuk menjelaskan hal-hal yang benar tentang vaksinasi covid-19. Mengawali paparannya Dewi menceritakan pengalaman saat dirinya terkonfirmasi positif covid-19 dan penanganan yang dia lakukan secara mandiri (isolasi mandiri) untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19.

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Ulim memberikan penjelasan tentang vaksinasi

Dewi melanjutkan tentang manfaat pemberian vaksin bertujuan untuk terbentuknya antiboadi atau kekebalan tubuh. “Vaksinasi bermanfaat untuk membentuk dan meningkatkan antiboadi atau kekebalan tubuh seseorang,” jelasnya.

“Pemberian vaksin dilakukan sebanyak dua kali yaitu vaksinasi dosis pertama dan ulangan. Vaksinasi dosis pertama bertujuan untuk tahap pengenalan terhadap tubuh kita dan yang kedua adalah ulangan diberikan setelah 30 hari dari dosis pertama untuk membentuk antibodi pada tubuh,” tambahnya.

Dewi menjelaskan efek dari pemberian vaksin berupa demam ataupun nyeri ringan merupakan hal yang lumrah terjadi karena tubuh merespon benda asing yang masuk kedalam tubuh.

Wakapolsek Simpang Ulim menegaskan perihal imtruksi vaksinasi

Wakapolsek Simpang Ulim, Abdullah dalam kesempatan yang sama juga menegaskan bahwa vaksinasi ini tidak ada paksaan tetapi kesadaran masing-masing dan meminta kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menerima berita dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. “Kita sekarang hidup dizaman teknologi informasi, informasi sangat cepat bisa didapatkan. Berita apapun cepat kita terima. Sekarang anak-anakpun sudah ada hp, tidak sama dengan zaman dulu hanya ada TV dan radio. Jangan sampai menyebarkan berita hoaks yang belum jelas kebenarannya.

Kanit Intelkam Polsek Simpang Ulim memberikan informasi layanan hotline covid-19

Di akhir kegiatan sosialisasi Kanit Intelkam Polsek Simpang Ulim Aipda Yuslinur menghimbau jika terjadi rekasi ataupun timbul efek berlanjut setelah vaksinasi, tim satgas covid-19 simpang ulim menyediakan layanan hotline 24 jam kepada masyarakat. “Apabila ada efek berlanjut atau timbul reaksi tertentu kepada anak bapak/ibu setelah vaksin (kipi), kami dari tim satgas covid-19 simpang ulim tetap memberikan pelayanan bukan pembiaran. Jadi mohon bapak/ibu tolong hubungi kami,” pungkasnya.